Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts
Tuesday, April 30, 2013
Obat Galau Ala Dr A’id AlQarni
Berita Onlineku -- Anda gelisah, galau, gundah gulana atas permasalahan yang membuat hati tidak tenang? Dr A’id AlQarni dalam karangan fenomenalnya La Tahzan mengupas salah satu penyakit hati tersebut.
Bagi Alqarni, tiada suatu amal pun yang lebih melapangkan dada dan lebih membesarkan pahala, selain berdzikir mengingat Allah.
“Berdzikirlah kalian kepada-Ku. niscaya Aku akan mengingat kalian.” (QS. Albaqarah: 132),'' jelas Alqarni mengutip sebuah ayat Alquran.
Dzikirullah adalah surga Allah yang ada di bumi-Nya. Barang siapa yang tidak memasukinya, niscaya dia tidak akan memasuki surga-Nya di akhirat nanti.
Dzikrullah adalah penyelamat jiwa dari kepayahan, kelelahan, dan keguncangannya. Bahkan, ia merupakan jalan yang mudah dan singkat untuk meraih setiap keberuntungan dan keberhasilan.
Bacalah dengan tekun lembaran-lembaran wahyu agar dapat merasakan keuntungan berdzikir. Cobalah pengobatannya selama beberapa waktu agar dapat memperoleh kesembuhan.
Dengan berdzikir kepada Allah, akan terenyahkan berbagai awan ketakutan, kepanikan, kesusahan, dan kesedihan. Dengan berdzikir, akan lenyaplah segunung kesusahan, duka cita, dan kemurungan.
Tidaklah mengherankan bila ahli dzikir hatinya tenang dan tenteram, karena dzikir memang sumber utama dari ketenangan dan ketenteraman.
Akan tetapi, hal yang sangat mengherankan adalah bagaimana orang-orang yang lalai dari dzikir dapat menjalani hidupnya dengan tenang.
Firman Allah SWT, “Mereka benda mati tidak hidup, dan mereka tidak mengetahui kapan diri mereka akan dibangkitkan. ” (QS. 16:21).
Wahai orang yang mengeluh karena tidak bisa tidur, menangis karena pedih, dan mengeluh karena didera bermacam-macam musibah dan tertimpa oleh berbagai macam bencana, serulah dengan memanggil nama-Nya yang suci.
Firman Allah SWT, “Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang setara dengan Dia?"(QS. 19:65).
Dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT, akan terasa lapanglah pikiran. Demikian juga hati akan terasa tenang, jiwa akan terasa bahagia, perasaan akan terasa senang.
Hal itu disebabkan dzikir kepada Allah mengandung pengertian tawakkal kepada-Nya, percaya kepada-Nya, berpegang kepada-Nya, kembali kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menanti kemudahan dari-Nya.
Allah Maha dekat apabila diseru. Dia Maha Mendengar apabila dipanggil, Maha Memperkenankan apabila diminta. Oleh sebab itu, rendahkan diri serta tunduk dan patuhlah di hadapan-Nya.
Sebutlah nama-Nya yang baik lagi mengandung barakah oleh lisan Anda dengan mengesakan, memuji, menyanjung, berdo'a, meminta, dan memohon ampun kepada-Nya. Niscaya akan ditemukan kebahagiaan, keamanan, kesenangan, cahaya, dan kegembiraan berkat pertolongan dan kekuatan-Nya.
“Maka Allah memberikan kepada mereka pahala dunia dan pahala terbaik di akhirat.”(QS. 3:148).
Monday, April 1, 2013
Imam Masjidil Haram dari Indonesia
JAKARTA -- Syaikh Sa’ad Al Ghamidi mengatakan ada orang Indonesia
yang pernah menjadi imam di Masjidil Haram Mekkah. Imam itu bernama
Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
"Benar sekali. Dulu memang ada orang Indonesia yang menjadi ulama dan
Imam di Masjidil Haram. Namun, sejak 50 tahun terakhir ini, pemerintah
Arab Saudi menerapkan qarar (peraturan) yang mewajibkan seluruh imam dan muazin haruslah orang Saudi sendiri," kata Syaikh Al Ghamidi saat diwawancara Republika Online di Jakarta, Ahad (30/3) malam.
Selain menjadi imam, Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi juga pernah
menjadi khatib, guru besar di Masjidil Haram, sekaligus menjadi Mufti
Mazhab Syafi'i.
Itulah masa-masa kecemerlangan orang Indonesia di Makkah pada akhir
abad ke-19 dan awal abad ke-20. Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi
tidak lagi pulang ke Indonesia. Beliau tinggal dan menetap di Arab Saudi
hingga akhir hayatnya.
Syaikh Sa'ad Al Ghamidi mengatakan hingga 10 tahun belakangan ini masih ada orang Indonesia yang menjadi muazin di Masjidil Haram. Mereka lulus beberapa tahapan seleksi dan telah mengambil kewarganegaraan Arab Saudi.
"Mereka ini tinggal beberapa tahun lamanya di Saudi, akhirnya mengambil kewarganegaraan Saudi. Mereka menjadi muazin di Masjidil Haram, padahal sebenarnya mereka adalah keturunan orang Indonesia," ujar Syaikh Sa'ad Al Ghamidi.
Kini, imam dan muazin Masjidil haram yang harus orang Saudi asli. Bahkan dosen-dosen di Universitas Islam Madinah dan Ummul Qura’ sudah tidak didapati lagi dari kalangan bukan keturunan Saudi.
Subscribe to:
Posts (Atom)

